![]() |
|
Kemacetan
terjadi hampir setiap hari, imbas penyempitan jalur di proyek Tol Becakayu.
Senin (5/6/2017).
|
Jakarta - Proyek pembangunan Tol Becakayu
(Bekasi-Cawang- Kampung Melayu) berimbas pada kemacetan arus lalulintas
di Jalan Kalimalang yang mengarah ke Jakarta maupun arah sebaliknya yang
mengarah ke Bekasi. Boleh dikata terjadi hampir setiap hari, terutama pada
jam-jam sibuk. Akibat proyek pembangunan tersebut banyak titik jalan di
sekitar proyek mengalami penyempitan. Bahkan di beberapa lokasi ada lubang
serta menimbulkan debu yang mengganggu pengendara yang Sedang melintasi jalan
tersebut. Kondisi di perparah dengan adanya pengecoran tiang penyangga jalan
Tol di tengah jalan tersebut, jalan semakin penyempit membuat kemacetan semakin
semeraut. Hal ini akan terus terjadi selama proses pembangunan Jalan Tol
Becakayu.
Proyek pembangunan jalan Tol Becakayu dimulai dari sejak tahun 2015 oleh PT Waskita Karya Tbk yang menjadi kontraktor utama pada jalan Tol tersebut. Dan
diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2017 ini. Kemacetan terjadi karena
adanya jumlah volume kendaraan yang sangat banyak namun kondisi jalan yang
menyempit akibat adanya proses pembangunan jalan Tol Becakayu tersebut.
Banyak
masyarakat yang mengeluhkan masalah kemacetan ini, Gara-gara proyek ini,
sering macet dan tidak nyaman. Apalagi, kalau turun hujan, rawan kecelakaan, debu jalan
berubah jadi lumpur,” kata Sulistyo, (22) pengguna jalan, Senin (5/6/2017). Kondisi ini juga diperparah dengan adanya alat berat dan truk
pengangkut beton yang sering lalu lalang melintasi jalan tersebut. Untuk
diketahui, jalan ini merupakan salah satu rute mudik terpadat, khususnya bagi pengendara
sepeda motor yang akan menuju ke arah pantura. Pemerintah pun diharapkan dapat
memperhatikan kerusakan jalan mengingat musim mudik lebaran semakin dekat. (Tri Adi Sucipto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar