Rabu, 05 Juli 2017

KEMACETAN SEMAKIN SEMERAUT, AKIBAT PROYEK JALAN TOL BECAKAYU YANG BELUM RAMPUNG

Kemacetan terjadi hampir setiap hari, imbas penyempitan jalur di proyek Tol Becakayu. Senin (5/6/2017).



             Jakarta - Proyek pembangunan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang- Kampung  Melayu) berimbas pada kemacetan arus lalulintas di Jalan Kalimalang yang mengarah ke Jakarta maupun arah sebaliknya yang mengarah ke Bekasi. Boleh dikata terjadi hampir setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk. Akibat proyek pembangunan  tersebut banyak titik jalan di sekitar proyek mengalami penyempitan. Bahkan di beberapa lokasi ada lubang serta menimbulkan debu yang mengganggu pengendara yang Sedang melintasi jalan tersebut. Kondisi di perparah dengan adanya pengecoran tiang penyangga jalan Tol di tengah jalan tersebut, jalan semakin penyempit membuat kemacetan semakin semeraut. Hal ini akan terus terjadi selama proses pembangunan Jalan Tol Becakayu.

           Proyek pembangunan jalan Tol Becakayu dimulai dari sejak tahun  2015 oleh  PT Waskita Karya Tbk yang menjadi kontraktor utama pada jalan Tol tersebut. Dan diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2017 ini. Kemacetan terjadi karena adanya jumlah volume kendaraan yang sangat banyak namun kondisi jalan yang menyempit akibat adanya proses pembangunan jalan Tol Becakayu tersebut.
            Banyak masyarakat yang mengeluhkan masalah kemacetan ini, Gara-gara proyek ini, sering macet dan tidak nyaman. Apalagi, kalau turun  hujan, rawan kecelakaan, debu jalan berubah jadi lumpur,” kata Sulistyo, (22) pengguna jalan, Senin (5/6/2017). Kondisi ini juga diperparah dengan adanya alat berat dan truk pengangkut beton yang sering lalu lalang melintasi jalan tersebut. Untuk diketahui, jalan ini merupakan salah satu rute mudik terpadat, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang akan menuju ke arah pantura. Pemerintah pun diharapkan dapat memperhatikan kerusakan jalan mengingat musim mudik lebaran semakin dekat. (Tri Adi Sucipto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar